Piano di Indonesia 90% bekas banjir

Piano bekas banjir

Piano bekas banjir(Blogspot)


Banjir yang mengepung Jakarta selama sepekan ini membuat lumpuh Kota Jakarta dan diperkirakan kerugian akibat banjir mencapai milayaran rupiah. Bagaimana tidak karena kawasan yang terendam banjir meliputi kawasan yang sudah biasa terkena langganan banjir sampai ke kawasan pemukiman elite.
Kawasan elite seperti Muara Karang, Kelepa Gading, Pluit dan masih banyak kawasan Elite lainya.

Dikawasan elite yang selama ini aman oleh air kini tergenang air sampai satu meter lebih. Kawasan yang kami telusuri ada beberapa piano yang terlihat bekas terkena banjir. Kondisi piano yang terendam air lebih dari setengah tinggi piano. Melihat dari keadaan ini, maka kita harus lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih piano yang akan kita beli bila mau membeli piano sekond. Kalau kita mau memilih piano second hendaknya tahu siapa pemiliknya agar tidak menyesal di kemudian hari.

Dari yang saya terlusuri mengenai piano yang terkena banjir, saya mengira hanya toko didaerah tertentu saja toko yang menjual piano yang terbebas dari banjir tapi ternyata dari pantauan kami beberapa toko kebanjiran piano bekas banjir hingga tidak tertampung lagi didalam toko mereka dan mereka begitu saja menaruh piano diluar toko.

Setelah saya tanyakan kepada mereka (pemilik toko), apakah piano ini mau diservice? jawabannya Tidak. Ternyata orang menjual begitu saja kondisi piano bekas banjir tersebut kepada pedagang piano.

Lagi-lagi kebanjiran tapi kali ini pedagang piano bekas kebanjiran untung karena dengan memebeli piano bekas banjir dengan harga yang sangat murah sekali. Setelah dipoles bodi/kayu maka akan dijual dengan harga yang sangat fantastis.

Dari melihat judul tulisan ini “Piano di Indonesia 90% bekas banjir” karena dari piano yang beredar di Indonesia sumbernya satu, dan gudang pianonya terkena banjir karena Gudang pianonya ada didaerah banjir.

Shortlink:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA untuk memastikan bahwa anda bukan robot * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.